Masalahdalam penelitian ini adalah semakin berkurangnya kemampuan interaksi sosial anak di lingkungan masyarakat, waktu anak yang lebih banyak dengan telepon Telp 0624-7671096 Hp. 08126220857 email: al_bukhary@yahoo.com. ii nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia dan wanita dalam pendidikan Islam klasik Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Akhlak Siswa Madrasah Ibtidaiyah. PengaruhMedia Sosial Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia. Sosial media mengalami perkembangan signifikan dari tahun ke tahun, jika pada tahun 2002 Friendster merajai sosial media karena hanya Friendster yang mendominasi sosial media pada tahun tersebut. Namun, kini telah banyak bermunculan berbagai media sosial dengan karakter dan DiMalaysia, penduduk pribumi dari keturunan suku-suku di Indonesia, seperti Minangkabau, Aceh, Bugis, atau Mandailing, yang bertutur dalam bahasa Melayu, beragama Islam dan mengikuti adat-istiadat Melayu, semuanya dianggap Banyak kajian yang telah dilakukan oleh pengkaji Meskipun kebudayaan Hindu yang datang dari India telah lebih maju dari pada peradaban Indonesia akan Beberapacontoh dampak positif dan negatif dari web atau internet yaitu: Dampak positif. 1. Mempermudah untuk berinteraksi dengan orang lain yang berada di lokasi yang jauh. 2. Informasi dapat dengan mudah dan cepat untuk diberikan atau didapatkan. 3. Merupakan sarana aktualisasi dan eksistensi diri. 4. ehz6Hj. "Kamu Kesunyian ada bila tanpamuKehilangan ada jika netraku tak melihatmuKamu euforia sekaligus fobiaMerayu inginku genggam adalah caramuKamu bagaikan nikotin, berbahaya namun candu." Mungkin puisi di atas tepat untuk menggambarkan bagaimana dirimu dengan ponsel seperti sekarang ini. Jika kamu mendengar kata ponsel atau handphone, pikiran kamu pasti akan tertuju pada benda berbentuk persegi panjang, pipih, kecil, dan sebagai alat komunikasi. Jika dahulu kegunaan ponsel di antaranya untuk melakukan pengiriman dan penerimaan SMS, MMS, dan melakukan panggilan keluar atau menerima panggilan. Namun, sekarang alat ini juga bisa digunakan untuk melakukan panggilan melalui video, mencari informasi melalui internet, sebagai alat hitung untuk menggantikan kalkulator, dan menambah teman melalui media sosial. Walaupun memiliki banyak kegunaan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya dampak negatif yang muncul akibat penggunaan ponsel pintar ini. Banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan, salah satu dampak tersebut adalah adanya perubahan interaksi sosial di kalangan masyarakat. Ponsel atau handphone merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi komunikasi modern. Tidak hanya mengurangi waktu bergaul, ponsel juga bisa menyebabkan masalah kesehatan. Di antaranya mata minus, gangguan tidur, keram, kemampuan fokus rendah dan masih banyak lagi. Menurut peneliti, waktu ideal untuk melakukan aktivitas online atau bermain gawai dalam sehari adalah sekitar 4 jam 17 menit, jika lebih dari itu maka gawai dianggap mampu mengganggu kinerja otak remaja. Untuk menghindarinya diperlukan interaksi sosial seperti bercerita dengan teman, bermain dengan adik dan kakak, serta mengobrol bersama ayah dan ibu. Pengaruh penggunaan ponsel terhadap interaksi sosial. 1. Berbicara tatap muka berkurang. Berbicara tatap muka sekarang hanyalah cerita lama. Kebanyakan orang lebih cenderung menyukai berkomunikasi melalui media sosial daripada berkomunikasi tatap muka secara langsung. Padahal melakukan komunikasi secara tatap muka ada lebih banyak manfaatnya daripada lewat chatting. Di antaranya menghindari kesalahpahaman, mendapatkan suatu momen ketika bersama dengan orang-orang terdekat, mendapatkan respons lebih cepat, dan lain-lain. 2. Mengganggu kualitas interaksi langsung. Contohnya jika kamu sedang mengobrol bersama teman-teman, tetapi kemudian ada bunyi notifikasi dari ponselmu. Pasti dengan segera kamu langsung membuka dan membalas pesan yang masuk. Tanpa disadari, kamu sudah kehilangan fokus dan mengabaikan orang-orang di sekelilingmu. Alasan orang tidak suka bergaul, kemungkinan terjadi karena orang-orang di sekelilingnya terlalu sibuk dengan gawai masing-masing. 3. Menjadikan lupa waktu. Satu jam bahkan satu menit tanpa ponsel rasanya ada yang hilang, apalagi satu hari entah apa rasanya. Itu membuktikan bahwa manusia telah mengalami ketergantungan terhadap ponsel. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus maka dapat menyebabkan nomophobia. Nomophobia atau no mobile phone phobia NMP adalah jenis gangguan kecemasan akibat tidak memegang ponsel. Akibat dari kesenangan bermain ponsel, kita akhirnya lupa dengan tugas sekolah atau pekerjaan yang dimiliki. Misalnya niat awal hendak belajar kemudian terdengar notifikasi dari salah satu media sosial, akhirnya malah sibuk scrolling hal yang tidak penting dan belajar pun batal. 4. Kurang peka terhadap lingkungan sekitar. Misalnya saat ada seseorang yang sakit, tetapi kamu tidak menjenguk dan sebagai gantinya kamu hanya mengirim pesan singkat seperti GWS, cepat sembuh, cepat pulih lagi, jangan menyerah, semangat!, aku tahu kamu kuat dan lain-lain. Mungkin kata-kata tersebut apabila dibaca bisa terdengar menyemangati, akan tetapi kata-kata tersebut akan terkesan biasa saja jika itu dikirim dalam bentuk sebuah pesan bukan ucapan langsung. Interaksi langsung seperti memberikan senyuman atau sentuhan justru bisa meningkatkan semangat dan mempercepat kesembuhan orang yang sakit. Jangan sampai hanya karena ponsel, kita malah menjadi antisosial. Upaya untuk meminimalisasi kecanduan ponsel. 1. Batasi penggunaan ponsel. 2. Jauhi ponsel saat menjelang tidur. 3. Lakukanlah kegiatan yang bermanfaat seperti membaca buku. 4. Senyapkan notifikasi. 5. Atur layar menjadi hitam putih. Penggunaan ponsel sangat berpengaruh pada interaksi sosial masyarakat. Oleh sebab itu, kita seharusnya menggunakan ponsel sesuai kebutuhan dan porsi yang benar agar terhindar dari dampak negatif yang ditimbulkannya. Mari mulai dari sekarang bijaklah dalam memanfaatkan gawai, letakkan dahulu ponselmu, dan ciptakan kenangan manis bersama orang-orang tersayang. Jadi, bisakah kamu mematikan ponselmu? Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. NAMA MUTHIA SALEHAHNIM 190103040214MATA KULIAH PENGANTAR SOSIOLOGISejak gadget menjadi trend dikalangan masyarakat banyak orang yang menjadi individualisme, bahkan suatu perkumpulan/pertemuan bisa menjadi sunyi tanpa percakan hanya karena gadget. Tanpa kita sadari semenjak adanya gadget yang canggih interaksi via internet perlahan menggantikan interkasi kecanduan pada umumnya, sangat sulit kita untuk mengendalikan dan mengatasi kecanduan tersebut. Tak jarang kita bisa saja menunda-nunda pekerjaan hanya untuk memainkan gadget. Bagi pecandu gadget tidak bermain gadget dalam sehari itu pasti merasa ada yang kurang, seperti tidak ada kouta dia tidak bisa membuka media sosial, bermain game, dll. Dalam penggunaan gadget pastinya ada dampak positif dan negatifnya, Kita tidak bisa menghindari hal itu. Dampak positif yang kita dapat adalah kita dapat mencari sesuatu apapun digadget dengan mudah tanpa harus kemana-mana dengan hanya memainkan gadget, kita juga dapat berjualan di internet karena gadget. Semakin teknologi menjadi canggih kemudahan dalam mengakses apapun di gadget juga semakin mudah. Dampak negatif nya adalah kita yang awalnya sangat akrab bisa menjadi orang yang tidak mengenal karena sibuk memainkan gadget masing-masing. Pengunaan gadget sudah tidah tidak dapat dihindari lagi sekarang karena tanpa adanya gadget orang-orang merasa seperti ada yang kurang, ini salah satu bukti bahwa gadget sudah menjadi prioritas bagi sebagian orang yang ada di dunia ini. Pengguna nya pun juga tidak hanya remaja, orang tua, bahkan anak-anak sudah bisa memainkan gadget. Penggunaan gadget yang berlebihan membuat orang-orang melupakan waktu yang seharusnya digunakan untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat. Contohnya seperti orang yang bermain game sampai berjam-jam membuat kita lupa waktu bahkan dampaknya tidak hanya itu baru-baru ini karena terlalu bermain game ada yang terkena penyakit yang sangat pada hubungan suami istri, seperti lebih mementingkan kepada media sosial dan melupakan kewajiban terhadap suami dan anak, dan mudah menimbulkan kecemburuan dan menimbulkan kesalah pahaman, mengurangi keharmonisan. Dalam rumah tangga, memberikan peluang terhadap perceraian dan peningkatan emosional yang tinggi KDRT.Dampak penggunaan gadget pada anak, anak cenderung akan menutup diri. Kita sering melihat anak-anak sekarang yang asyik memainkan gadget, terutama memainkan game sampai lupa waktu. Anak kecil yang sudah mengenal gadget. Dampak pada hubungan keluarga, kita yang biasa sering berkomunikasi didalam rumah sekarang lebih sering mengurung diri dikamar sambil bermain gadget seakan-akan hidup sendiri. Bahkan dalam sehari kita tidak berkomunikasi itu merupakan hal yang penggunaan gadget bagi meliana annisaDampak positifmemberikan peluang yang besar,membantu akses cepat untuk mengetahui dunia media sosial dengan mudah,dan juga membantu mempermudah dalam menyelesaikan negatifmengurangi keakraban antar teman,hilangnya interkasi dalam pertemanan karena asyik bermain gadget pada saat penggunaan gadget menurut susilawatiDampak positif;mempermudah komunikasi jarak jauh seperti video call,mempermudah dalam mencari sesuatu contohnya dalam negatif;mudahnya dalam menyebarkan hoak,banyak orang yang menjadikan media sosial sebagai media untuk kejahatan. Menurut saya solusi dalam mengatasi penggunaan gadget ini sebaiknya dalam menggunakan gadget kita harus bisa membatasi, mengatur waktu dalam memainkannya, gunakan hanya untuk hal positif saja kurangi hal-hal negatif seperti bermain game sepanjang waktu dan melupakan hal yang harusnya dikerjakan, perbanyak interaksi langsung sehingga mempererat hubungan dalam kehidupan Juga Cara agar Anak Tidak Keranjingan Gadget Lihat Lyfe Selengkapnya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pengertian Gadget Gadget adalah telepon genggam atau telepon seluler ponsel atau handphone HP adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana portable/mobile dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel nirkabel wireless. Secara istilah gadget atau gawai berasal dari bahasa Inggris yang artinya perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus. Dalam bahasa Indonesia, gadget disebut dengan gawai. Gawai merupakan barang canggih yang diciptakan dengan berbagai aplikasi yang dapat menyajikan berbagai media berita, jejaring sosial, hobi, bahkan hiburan. Pendapat lain mengatakan bahwa gawai adalah media yang dipakai sebagai alat komunikasi modern dan semakin mempermudah kegiatan komunikasi manusia. Gadget adalah media yang di pakai sebagai alat komunikasi modern. Gadget semakin mempermudah kegiatan komunikasi manusia. Kini kegiatan komunikasi telah berkembang semakin lebih maju dengan munculnya gadget. Diantaranya smartphone seperti iphone, android, blackberry serta notebook. Menurut pengertian lain gadget merupakan sebuah benda alat atau barang elektronik teknologi kecil yang memiliki fungsi khusus, tetapi sering di asosiasikan sebagai sebuah inovasi atau barang baru. Kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi dengan kemunculan gawai sangatlah membatu dan memberi kemudahan bagi manusia dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Akan tetapi dalam penggunaannya, gadget dapat memberi manfaat baik pada penggunanya dan juga memberi dampak buruk bagi penggunanya apabila disalah gunakan, berikut adalah beberapa manfaat dari penggunaan gadget bagi manusia dalam kehidupan sehari-hariGadget sebagai pengembangan dari teknologi informasi dan komunikasi semakin canggih dalam hal fitur dan fungsi dalam membantu berbagi informasi dan mempermudah komunikasi antara manusia untuk mencari informasi dengan fitur intenet yang terdapat di manusia sebagai sarana refresing menghilangkan rasa jenuh ketika lelah dengan tugas atau Sosial Anak Usia Dini Ada empat tingkatan perkembangan sosial anak yaituTingkatan pertama, sejak dimulai umur 0 - 6 bulan, anak mulai mengadakan reaksi positif terhadap orang lain, antara lain ia tertawa karena mendengar suara orang lain. Anak menyambut pandangan orang lain dengan pandangan kembali dan kedua, adanya rasa bangga dan senang yang terpancarkan dalam gerakan dan mimiknya, jika anak tersebut dapat mengulang yang lainnya. Contohnya, anak yang berebut benda atau mainan,jika senang dia akan kegirangan dalam gerakan dan mimik. Tingkatan ini biasanya mulai muncul pada usia anak 2 tahun ketiga, jika anak telah lebih dari umur 2tahun, mulai timbul perasaan simpati rasa setuju dan rasa antipati rasa tidak setuju kepada orang lain, baik yang sudah dikenalnya atau keempat, pada masa akhir tahun ke dua, anak setelah menyadari akan pergaulannya dengan anggota keluarga, anak timbul keinginan untuk ikut campur dalam gerak dan lakunya. Dampak Penggunaan Gadget Bagi Anak Usia Dini Penggunaan gadget pada anak usia dini dapat memengaruhi perkembangan sosial mereka dengan beberapa cara, yang dapat berdampak pada kesejahteraan mereka di masa depan. Berikut adalah beberapa dampak penggunaan gadget pada anak usia dini terhadap perkembangan sosial merekaMengurangi interaksi sosial Penggunaan gadget pada anak usia dini dapat mengurangi interaksi sosial mereka dengan teman sebaya dan orang dewasa. Anak-anak yang lebih banyak bermain gadget cenderung lebih tertarik pada layar daripada orang lain, sehingga mereka cenderung kurang terampil dalam interaksi kemampuan bahasa Anak-anak yang lebih banyak menggunakan gadget cenderung kurang terampil dalam berkomunikasi secara verbal. Mereka dapat mengalami keterlambatan perkembangan bahasa dan sulit untuk mengartikulasikan perasaan dan pikiran mereka dengan kemampuan kognitif Penggunaan gadget pada anak usia dini dapat mengganggu kemampuan kognitif dan keterampilan berpikir. Anak-anak cenderung lebih pasif dalam bermain gadget daripada bermain dengan mainan konvensional, yang dapat menghambat perkembangan kognitif keterampilan emosional Anak-anak yang lebih banyak menggunakan gadget cenderung lebih sulit untuk mengatur emosi mereka. Mereka dapat kehilangan keterampilan dalam mengenali dan mengatasi emosi mereka sendiri, serta kesulitan dalam membaca emosi orang gangguan kesehatan mental Penggunaan gadget pada anak usia dini juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Jakarta ANTARA - Memperingati Hari Media Sosial Nasional, psikolog Endang Retno Wardhani, MBA., PhD., CHt., dari Asosiasi Psikologi Positif Indonesia menjelaskan dampak yang timbul dari penggunaan media sosial pada anak dan remaja. Melalui wawancara telepon dengan ANTARA, Sabtu, Endang Retno Wardhani atau biasa disapa Dhani mengatakan ada dampak positif dan negatif dari penggunaan media sosial. Pada anak-anak, seiring bertambahnya usia dan tumbuh kembangnya, mereka juga mengalami perkembangan pada pemikiran kognitifnya. “Pada usia dini, tentu hal-hal yang bisa dipahami adalah hal yang sifatnya konkret, mudah, praktis, dan belum terlalu kompleks,” kata Dhani. Anak-anak cenderung mengikuti perilaku orang terdekatnya, termasuk orang tua, dalam melakukan suatu hal. Dalam bermedia sosial, sebagian besar orang dewasa akan melakukan aktivitas tersebut kapan pun dan di mana pun. Tidak jarang, anak-anak dapat mengakses konten dunia maya dengan mudah karena proses peniruan yang dilakukan oleh orang tua atau orang dewasa kepada mereka. Baca juga Psikolog Komunikasi yang baik dengan anak cegah dampak buruk medsos Jika dilakukan dengan pendampingan orang dewasa, anak-anak akan lebih mudah mendapatkan informasi positif dari penggunaan media sosial. Contohnya, film atau animasi yang banyak ditemukan di media sosial dapat memberikan nilai positif pada anak karena muatan cerita di dalamnya. Sebaliknya, jika akses media sosial tidak digunakan sebagaimana mestinya, informasi negatif di dalamnya justru akan membuat perilaku anak menjadi tidak benar. Misalnya, meniru adegan atau hal berbahaya dari konten media sosial yang mereka temukan. Anak-anak cenderung belum dapat mencerna apa yang benar dan salah dari konten media sosial. Meskipun kebanyakan media sosial diperuntukkan bagi anak berusia 13 tahun ke atas, tidak sedikit anak-anak di bawah usia tersebut sudah memiliki media sosialnya sendiri atau mengakses konten dari media sosial orang tua mereka. Oleh sebab itu, pendampingan orang dewasa terhadap anak menjadi penting agar informasi di media sosial tersebut dapat tersaring dengan baik. Bijak bermedsos bagi orang tua dan anak Psikolog Endang Retno Wardhani mengatakan anak akan tumbuh sesuai dengan apa yang mereka alami dalam kesehariannya. Kebiasaan yang sudah dibangun sejak kecil cenderung terus dilakukan hingga mereka dewasa. Jika sedari kecil anak tidak dibatasi dalam suatu hal, dalam hal ini menggunakan media sosial, mereka akan terbiasa dengan pola tidak terbatas tersebut. Orang tua pun harus bisa menyesuaikan waktu “Time on screen” atau ketika anak harus menggunakan gawainya tersebut. Baca juga Terlalu banyak main media sosial pengaruhi otak dan psikologis remaja Dhani pun menyarankan agar orang tua membuat jadwal khusus bagi anak untuk mengetahui di waktu apa saja mereka bisa mengakses media sosial di gawainya. Orang tua dapat membuat jadwal harian secara kreatif, baik dengan gambar maupun lainnya agar anak lebih mudah mencerna aturan jadwal tersebut. “Buat pembatasan, contohnya pada anak usia dini menggunakan gambar handphone diletakkan pada waktu kapan. Misalnya, sore hari,” kata Dhani. Untuk anak usia sekolah, selain dari jadwal harian tersebut, orang tua juga dapat berdialog langsung dengan anak mengenai waktu mengakses media sosial mereka. Dengan begitu, anak akan lebih mengerti dan diharapkan dapat mematuhi jadwal tersebut dengan baik. Jangan lupa untuk mendampingi dan mengawasi anak ketika mereka mengakses media sosial agar mereka tidak mengakses konten negatif. Mengenai usia ideal anak mengakses media sosial, hal ini kembali pada konten yang sesuai dengan usia tumbuh kembang mereka. Semakin besar usia anak, semakin besar pemahaman anak dalam perkembangan kognitif mereka. Oleh karena itu, pemahaman anak terhadap suatu konten menjadi salah satu tolok ukur apakah mereka sudah dapat mengaksesnya atau belum. Orang tua dapat melakukan pengaturan privasi agar anak terhindar dari konten bermuatan negatif. Baca juga Remaja perlu pertimbangkan dampak sosial dalam buat konten Saat ini, media sosial juga sering dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk membantu proses pembelajaran anak-anak dan remaja. Dhani pun berpesan, selain orang tua mendampingi anak-anak dan remaja dalam mengakses media sosial, guru dan tenaga pendidik juga memiliki andil di dalamnya. Guru dapat menyosialisasikan bagaimana cara bijak bermedia sosial, contohnya memberi tahu hal yang boleh dan tidak boleh diakses dari media sosial. Guru pun dapat membuat tugas pada murid yang berkaitan dengan media sosial agar mereka dapat belajar langsung di ruang medsos. Pewarta Vinny Shoffa SalmaEditor Siti Zulaikha COPYRIGHT © ANTARA 2023 Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi,berkembang pula kehidupan informasi yang paling banyak digunakan masyarakat adalah media sosial. Berbagai kegiatan menjadi mudah karena hadirnya media sosial di dalam kehidupan kita. Tapi kenyataannya sekarang ini banyak orang yang lebih sibuk dengan gadgetnya dibanding dengan lingkungan sekitar Nur and Nim 2018. Dengan banyaknya pengguna media sosial,maka dalam penyebaran informasipun semakin penggunaan media sosial tak sedikit orang yang menyalahgunakannya atau dapat disebut juga tidak bijak dalam penggunaannya tanpa dibarengi dengan sikap dan etika pengguna media sosial yang bijak. Contoh Tidak bijaknya menggunakan media sosial yaitu mengunggah gambaran korban kecelakaan atau bencana alam apa adanya. Kemudian beredarnya foto dua siswa SMA laki-laki dan perempuan berada di ranjang tanpa mengenakan pakaian, yang hadir di berbagai media sosial. Melihat situasi seperti itu memunculkan sebuah permasalahan yakni; bagaimana etika penggunaan media sosial dalam kebebasan berekspresi?Cyntiaklspredu Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap KehidupanSosial di Masyarakat Indonesia serta Cara MengatasiDampak NegatifnyaRisa Deviana M1401619062PPKN B 2019AbstrakSeiring dengan berkembangnya teknologi informasi,berkembang pula kehidupan informasi yang paling banyak digunakan masyarakat adalah media sosial. Berbagai kegiatan menjadi mudah karena hadirnya media sosial di dalam kehidupan kita. Tapi kenyataannya sekarang ini banyak orang yang lebih sibuk dengan gadgetnya dibanding dengan lingkungan sekitar Nur and Nim 2018.Dengan banyaknya pengguna media sosial,maka dalam penyebaran informasipun semakin penggunaan media sosial tak sedikit orang yang menyalahgunakannya atau dapat disebut juga tidak bijak dalam penggunaannya tanpa dibarengi dengan sikap dan etika pengguna media sosial yang bijak. Contoh Tidak bijaknya menggunakan media sosial yaitu mengunggah gambaran korban kecelakaan atau bencana alam apa adanya. Kemudian beredarnya foto dua siswa SMA laki-laki dan perempuan berada di ranjang tanpa mengenakan pakaian, yang hadir di berbagai media sosial. Melihat situasi seperti itu memunculkan sebuah permasalahan yakni; bagaimana etika penggunaan mediasosial dalam kebebasan berekspresi?Cyntiaklspredu Media sosial atau medsos adalah suatu media untuk bersosialisasi yangcakupannya luas tidak terbatas oleh ruang dan waktu melalui jaringan internet danalat ini media sosial menjadi penting dalam kehidupan dan lain-lain adalah contoh aplikasi untuk saat ini sudah menjadi kebutuhan lebih aktif bermain media sosial dibandingkan bersosialisasi di dunia menutup kemungkinan juga satu orang memiliki lebih dari satu sosial telah berhasil mengalihkan pandangannya terlebih diIndonesia,karena media sosial itu sendiri telah menggeser televisi dan radio sertaalat informasi atau komunikasi lainnya Watie 2016. Saat ini masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermediasosial mulai dari mendapatkan informasi,menambah teman dan berkomunikasidengan saudara atau teman yang sosial dijadikan sebagai sumberutama informasi dan hal tersebut membuat media cetak bangkrut karenamasyarakat telat beralih ke media sosial yang lebih praktis dan lebih mudah dalammendapatkan sosial pun dijadikan sebagai media untukmendapatkan penghasilan karena melalui media sosial kita dapat mempromosikanbarang yang kita jual dengan dalam melakukan negosiasinya punmudah media sosial itu sepenuhnya baik untuk kehidupanmasyarakat saat ini? Oleh karena itu dalam tulisan ini saya akan memaparkan apapengaruh dari penggunaan media sosial terhadap kehidupan sosial di masyarakatIndonesia serta cara mengatasi dampak teknologi informasi tentu mempengaruhi kehidupanmasyarakat,khususnya masyarakat sosial merupakan salah satuteknologi informasi yang banyak digunakan saat ini.Nur and Nim 2018. jumlah pengguna aktif internet di Indonesia sampai awal tahun2016 sekitar 88,1 juta orang dengan 79 juta di antaranya adalah pengguna aktifmedia sosial Cyntiaklspredu banyaknya penggunaan media sosial dimasyarakat,kehidupan sosial di masyarakat pun terdekat yangsering ditemui yaitu berkabar dengan orang lain menjadi lebih ketikasebelum ada media sosial kita berkabar hanya melalui SMS dan dapa menggunakan media sosial seperti whatsapp dan line untuk media sosial pun kita dapat berkenalan dengan orang lain baik dalammaupun luar hal tersebut juga mempengaruhi kitabersosialisasi dengan orang terdekat jarang ditemui juga ketika kitaberkumpul dengan teman,masing-masing sibuk dengan sosial mempermudah kita untuk mendapatkan penghasilan yaitudengan membuka bisnis online shop dan mempermudah belanja kebutuhan sepertipakaian,kosmetik dan lain kekurangannya yaitu dalammemperoleh barang yang kita inginkan,kita harus menunggu beberapa hari untuksampai dan tidak menutup kemungkinan barang yang kita inginkan tidak sesuaigambar yang kita lihat di online hal ini kita perlu mencari online shopterpercaya. Menggunakan aplikasi seperti Instagram,facebook,line dan lain-lain,kitasebagai pengguna dapat mengabadikan foto dan video,melihat postingan orang laindan kita dapat bebas berekspresi baik berkomentar memujimaupun jarang juga ada kritik ” pedas “ salah satunya yaitu komentar tersebutlah mempengaruhi kehidupan sosial dan mentalnyaseperti tidak percaya diri bertemu orang lain,mengurung diri sendiri,depresi dan depresi itu sendiri sering dialami oleh remaja. Depresi merupakangangguan mood berupa kesedihan yang intens, berlangsung dalam waktu lama,dan mengganggu kehidupan normal yang insidennya semakin meningkat seiringdengan meningkatnya tekanan hidup.Nurlita and Nadiroh 2019.Mengapa remajarentan akan depresi?karena,remaja memiliki emosi yang dapat berubah-ubah danterkadang remaja masih sulit untuk mengendalikan emosi itu karena ituperlu adanya sosialisasi mengenai penggunaan media sosial itu sendiri sepertibagaimana cara menanggapi opini atau kritik orang aplikasi itu pun kita dengan mudah mendapatkan informasi mengenainegara Indonesia informasinya yaitu kebakaran hutan di Riau,banjirdi ibukota,banyaknya sampah plastik. Yang sebelumnya kita acuh terhadaplingkungan,dengan adanya informasi tersebut kita dapat lebih peka terhadaplingkungan kita menyadari bahwa lingkungan itu elemen penting diBumi. Tidak hanya peka namun harus ada kesadaran dan aksi untuk menjagalingkungan itu sendiri. Nadiroh, Hasanah, and Zulfa 2019.Selain mendapatkaninformasi kita juga dapat memberikan informasi kepada dapatberbagi informasi yang kita dapatkan dengan menekan share di sedang marak yang namanya karena itu,kitaperlu mengetahui bagaimana bermedia sosial yang menghindaripenyebaran hoaks yang meluas,kita perlu menyaring informasi tersebut denganmencari kebenarannya terlebih dahulu sebelum caramengetahui kebenarannya? Lihat dulu sumber informasinya,apakah dari akun resmisuatu instansi atau bukan?jika bukan,janganlah dulu membagikan dalam bermedia sosial menjadi hal yang sangat penting. Diadakannyapelatihan mengenai etika dalam bermedia sosial cukup penting orangtua pun sangat besar dalam hal mengawasi dan mengontrolpenggunaan gadget anaknya Nur and Nim 2018.Garis besar untuk menghindaridampak yang ditimbulkan dari penggunaan media sosial yaitu pandai-pandai dalammenerima maupun menyebarkan informasi,efektifkan penggunaan media sosialjangan terlalu sering mengefektifkannya yaitu gunakanwaktu untuk mengasah kemampuan atau meningkatkan mempostingsesuatu,gunakan kata-kata yang mendapatkan kritikan,jadikan itu suatumotivasi untuk menjadi lebih baik karena mendapatkan kritikan merupakan suaturesiko yang harus diterima dari penggunaan medi sosial yang dihasilkan agar masyarakat dapat menikmati KesimpulanPergunakan media sosial sebaik-baiknya,maka kita akan waktu yang kita miliki untuk bersosialisasi secara langsungdengan keluarga maupun masyarakat PustakaCyntiaklspredu, Lestarinlspredu. “Sikap Dan Etika Pengguna Media Sosial DalamIsu Kebebasan Berekspresi.”Nadiroh, Nadiroh, Uswatun Hasanah, and Vania Zulfa. 2019. “Behavioral GeographyAn Ecoliteracy Perspective and Critical Thinking Skills in Men and Women.” Indonesian Journal of Geography 512 Nabillah and Syahidah Nim. 2018. “PENGARUH MEDIA SOSIAL DI ERA DIGITAL.”Nurlita, Rani and Nadiroh Nadiroh. 2019. “Tingkat Depresi Di Kalangan Remaja Akibat Faktor Lingkungan.” June.Watie, Errika Dwi Setya. 2016. “Komunikasi Dan Media Sosial Communications and Social Media.” Jurnal The Messenger 3269. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.

dampak penggunaan hp terhadap interaksi sosial masyarakat indonesia